Kategori
Produk
Coverage
Layanan menjangkau seluruh Indonesia dengan koordinasi supply terpusat dari basis operasional kami.
Lead Time
Koordinasi stok, delivery, dan metode kerja disesuaikan dengan jadwal proyek.
Spun pile (PC/PHC) adalah tiang pancang beton prategang silinder berongga hasil produksi sentrifugal. Halaman ini menampilkan tabel harga loco pabrik per diameter, pemisahan material dan jasa pancang, serta panduan PC/PHC, sambungan, dan spesifikasi teknis Ø300–Ø1200 mm.
Daftar Harga Loco Pabrik Spun Pile
Rentang loco umum
Rp 255.000 – Rp 850.000 / m
Diameter Ø300–Ø600 mm paling sering ditanyakan. Harga loco per meter naik seiring diameter dan kelas PC/PHC. Belum termasuk ongkir dan jasa pancang.
Butuh SPH resmi?
Kirim diameter, kelas, panjang per titik, volume, dan alamat site melalui kontak atau WhatsApp. Tim sales menyusun penawaran loco, ongkir, dan opsi jasa pancang.
Referensi harga loco pabrik per meter (belum termasuk pengiriman ke site proyek) untuk spun pile beton prategang. Angka final mengikuti kelas (A1–C), tipe PC atau PHC, panjang segmen, volume PO, dan status PPN pembeli.
| No | Diameter spun pile | Harga loco / m |
|---|---|---|
| 1 | Ø 300 mm (30 cm) | Rp 255.000 |
| 2 | Ø 350 mm (35 cm) | Rp 325.000 |
| 3 | Ø 400 mm (40 cm) | Rp 420.000 |
| 4 | Ø 450 mm (45 cm) | Rp 495.000 |
| 5 | Ø 500 mm (50 cm) | Rp 650.000 |
| 6 | Ø 600 mm (60 cm) | Rp 850.000 |
| 7 | Ø 800–1200 mm | Hubungi Kami |
Catatan: Harga di atas adalah harga loco pabrik per meter, belum termasuk ongkos kirim ke lokasi proyek. Harga belum termasuk jasa pemancangan. Dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti bahan baku, BBM, dan kebijakan moneter. Harga belum termasuk PPN 11% kecuali dinyatakan lain pada penawaran resmi.
Butuh material dikirim ke lokasi proyek? Harga tabel di atas belum termasuk ongkir. Agar kami hitung biaya kirim, jadwal truck, dan penawaran lengkap, kirim alamat site, volume (meter/batang), kelas, dan diameter melalui halaman kontak atau tombol WhatsApp di situs.
Butuh sekaligus jasa pemancangan? Sertakan akses jalan, target kedalaman, dan metode yang direncanakan agar penawaran material + alat bisa disusun dalam satu koordinasi.
Material + Jasa Pancang Spun Pile
Material spun pile dan jasa pemancangan dihitung terpisah agar BOQ transparan. Biaya jasa tidak flat: mengikuti kondisi tanah, volume pekerjaan, lokasi proyek, dan metode alat (HSPD, drop hammer, pre-drill).
Kisaran harga jasa pemancangan
| Layanan | Metode umum | Jasa / meter |
|---|---|---|
| Jasa pemancangan spun pile | HSPD, drop hammer, pre-drill | Rp 50.000 – Rp 150.000 |
Mob-demob alat dihitung terpisah. Penawaran final setelah data site lengkap.
Matriks diameter dan metode alat
| Diameter / kondisi | Metode pancang umum | Jasa MJB |
|---|---|---|
| Ø300–Ø400, area urban padat | HSPD (jack-in), minim getaran | Hydraulic static pile driver |
| Ø400–Ø600, site terbuka | Drop hammer diesel / hydraulic hammer | Drop hammer diesel |
| Tanah keras / batuan tipis | Pre-drilling + pancang | Koordinasi metode via konsultasi |
| Ø600 ke atas, infrastruktur berat | HSPD kapasitas besar atau hammer berat | HSPD + drop hammer |
Perbandingan PC vs PHC: kapan memilih PC atau PHC spun pile. Spesifikasi kapasitas per diameter ada di tabel teknis di bawah halaman ini.
Bentuk Produk Spun Pile (PC / PHC)
Tiang pancang spun pile memiliki penampang lingkaran berongga dengan spiral tulangan prategang di sekeliling dinding. Setiap segmen tiang dilengkapi joint plate di kedua ujungnya untuk sambungan antar segmen, serta pencil shoe di ujung bawah untuk penetrasi tanah.
PILE SECTION
CORE
MIDDLE / UPPER PILE
BOTTOM / SINGLE PILE
Standar Produksi
Diameter Tersedia
Kelas Tersedia
Tipe Sepatu Tiang
Apa Itu Spun Pile?
Spun pile adalah tiang pancang beton prategang berbentuk silinder berongga yang diproduksi dengan metode sentrifugal berkecepatan tinggi. Beton dimasukkan ke dalam cetakan baja silinder lalu diputar sehingga campuran menjadi sangat padat, permukaan lebih halus, dan kekuatan tekan tercapai lebih tinggi dibanding elemen beton precast biasa.
Karena proses spinning membuang kelebihan air ke arah rongga tengah, rasio air-semen efektif menjadi lebih rendah. Hasilnya adalah beton yang lebih kedap air, lebih tahan terhadap penetrasi ion klorida, dan memiliki durabilitas yang sangat baik untuk proyek pondasi jangka panjang.
Material
Beton kuat tekan tinggi untuk kelas PC spun pile dan beton fc' lebih tinggi untuk kelas PHC, dikombinasikan dengan baja prategang tegangan tinggi.
Bentuk Penampang
Silinder berongga (hollow core) di bagian tengah sehingga rasio kekuatan terhadap berat lebih efisien dan memudahkan handling dibanding elemen padat.
Metode Produksi
Centrifugal spinning dan steam curing membuat beton lebih padat, lebih cepat mencapai strength target, dan lebih konsisten mutunya dari batch ke batch.
Rentang Ukuran
Diameter tersedia dari 300 mm sampai 1200 mm untuk berbagai skala pekerjaan: gudang, gedung tinggi, jembatan, dermaga, hingga infrastruktur berat.
Mengapa Spun Pile Sering Dipilih dalam Konstruksi?
Kapasitas Beban Tinggi
Prestressing membuat spun pile mampu menahan beban aksial dan lateral yang jauh lebih besar dibanding tiang beton konvensional.
Tahan Korosi dan Lingkungan Agresif
Densitas beton yang tinggi membuat spun pile lebih tahan terhadap air tanah, area rawa, pasang-surut, dan lingkungan pesisir.
Pekerjaan Site Lebih Cepat
Karena produk sudah dicetak di pabrik, tiang dapat langsung dikirim dan dipancang tanpa menunggu curing beton di lokasi proyek.
Kualitas Lebih Konsisten
Produksi pabrik memungkinkan kontrol bahan, dimensi, kuat tekan, prestress, dan finishing jauh lebih stabil dibanding pengecoran lapangan.
Perbedaan PC Spun Pile dan PHC Spun Pile
Kedua tipe diproduksi dengan cara yang sama (metode sentrifugal), namun berbeda pada mutu beton dan kapasitas strukturalnya. Pilihan tipe bergantung pada intensitas beban aksial dan kedalaman tanah keras.
PC Spun Pile
PHC Spun Pile
Rahasia Kekuatan Spun Pile: Prestressing dan Spiral Reinforcement
Kekuatan spun pile tidak hanya berasal dari mutu betonnya, tetapi dari kombinasi antara prategang (prestressing), spiral reinforcement, dan bentuk penampang silinder berongga yang efisien.
Prestressing
Sebelum beton dituangkan, baja prategang ditarik hingga tegangan tertentu. Setelah beton mengeras, gaya tarik dilepas dan menciptakan gaya tekan internal pada beton.
Efeknya, spun pile memiliki ketahanan lentur lebih tinggi dan tidak mudah retak saat menerima pukulan hammer atau gaya tekan saat jacking.
Spiral Reinforcement
Tulangan spiral memberi confinement yang baik pada inti beton sehingga perilaku terhadap beban tekan ekstrem, impact load, dan tegangan melingkar menjadi lebih stabil.
Ini sangat penting pada tiang dengan panjang besar atau pada proyek yang menuntut driving resistance tinggi.
Hollow Section Efficiency
Bentuk silinder berongga membuat distribusi material lebih efektif pada area yang bekerja menahan tegangan, sehingga rasio kekakuan terhadap berat menjadi tinggi.
Secara praktis, ini membantu efisiensi handling, lifting, pengiriman, dan driving di lapangan.
Panduan Memilih Kelas Spun Pile
Kelas tiang ditentukan berdasarkan kebutuhan bending moment (momen lentur). Semakin tinggi kelas, semakin kuat terhadap gaya lateral. Kelas A1 adalah standar minimum; kelas B dan C digunakan untuk beban lateral atau kedalaman pancang yang lebih besar.
| Kelas | Karakteristik Bending Moment | Kondisi Penggunaan |
|---|---|---|
| A1 | Paling rendah dalam kelas A | Tanah yang relatif seragam, beban dominan aksial, tidak ada efek seismik signifikan |
| A2 | Menengah | Tanah dengan variasi lapisan, beban lateral dari angin atau peralatan |
| A3 | Lebih tinggi dari A2 | Tanah lunak dalam, tiang pancang panjang (> 16 m), gaya lateral lebih besar |
| B | Tinggi | Zona seismik tinggi, dermaga, jembatan, tiang sangat panjang, tanah ekspansif |
| C | Tertinggi | Beban lateral ekstrem, pelabuhan besar, konstruksi di laut, zona gempa tinggi |
Metode Pemancangan
Metode pemancangan spun pile harus disesuaikan dengan hasil soil investigation, target kedalaman, batas kebisingan, jarak terhadap bangunan eksisting, dan target produktivitas harian di lapangan.
🔨 Drop / Diesel Hammer
Metode paling umum untuk tanah sedang hingga keras. Produktif dan ekonomis, namun kebisingan dan getarannya tinggi sehingga kurang ideal di area sensitif.
⚙️ Hydraulic Hammer
Energi pukul lebih terkontrol dan akurat. Cocok untuk proyek dengan kebutuhan monitoring driving resistance yang lebih baik.
🏙️ Hydraulic Jack-In
Metode tekan tanpa pukulan sehingga hampir tanpa getaran dan lebih senyap. Ideal untuk kawasan padat, proyek renovasi, atau dekat bangunan yang tidak boleh terganggu.
🛠️ Preboring / Assist Method
Digunakan bila lapisan atas sangat keras atau untuk membantu menjaga alignment. Metode ini bukan pengganti driving, tetapi alat bantu agar tiang masuk sesuai garis rencana.
Saran teknis
Untuk tanah keras dan area terbuka, hammer driving biasanya paling efektif. Untuk area perkotaan padat atau dekat struktur eksisting, hydraulic jack-in lebih aman. Pemilihan alat harus selalu mengikuti data tanah, radius kerja alat, dan batas kebisingan proyek.
Proses Produksi Spun Pile: Mengapa Berbeda?
Yang membedakan spun pile dari elemen precast biasa adalah kombinasi prestressing, spinning process, dan steam curing dalam satu rantai produksi yang terkontrol.
01 Prestressing
Baja prategang ditension sebelum pengecoran untuk membentuk gaya tekan internal setelah beton mengeras.
02 Casting in Steel Mould
Beton dimasukkan ke cetakan silinder baja dengan kontrol dimensi dan komposisi mix design yang ketat.
03 Centrifugal Spinning
Cetakan diputar dengan kecepatan tinggi sehingga beton memadat maksimal dan kelebihan air bergerak ke arah rongga tengah.
04 Steam Curing
Perawatan uap panas di ruang curing atau autoclave mempercepat hidrasi semen sehingga kuat tekan target tercapai lebih cepat.
05 Finishing & QC
Setelah demoulding, dimensi, straightness, end plate, dan mutu visual diperiksa sebelum produk dinyatakan layak kirim.
Hasil akhirnya adalah beton dengan densitas tinggi, permeabilitas rendah, dan service life yang lebih panjang. Inilah alasan spun pile lebih tahan terhadap lingkungan basah atau agresif dibanding banyak elemen beton precast biasa.
Detail Sambungan (Jointing) - Titik Paling Kritis
Pada proyek dengan panjang tiang besar, spun pile disambung antar segmen menggunakan end plate baja pada masing-masing ujung. Dalam praktik lapangan, sambungan sering menjadi titik paling kritis yang harus diawasi.
End Plate Presisi
Plat ujung harus rata, presisi, dan bersih agar transfer gaya antar segmen berjalan penuh dan alignment tidak bergeser.
Full Circumference Welding
Pengelasan sambungan sebaiknya dilakukan keliling penuh agar sambungan bekerja mendekati kekuatan batang tiangnya.
Welder & Elektroda Sesuai
Kualitas sambungan sangat bergantung pada WPS, elektroda yang sesuai, serta welder yang kompeten dan tersertifikasi.
Kontrol Alignment
Sebelum driving dilanjutkan, cek kembali alignment, root gap, dan kualitas las. Sambungan yang buruk dapat menyebabkan eksentrisitas dan kerusakan saat pemancangan.
Kualitas sambungan harus diawasi sejak persiapan end plate, alignment antar segmen, sampai pengelasan selesai sebelum driving dilanjutkan.
Aspek yang Harus Diperhatikan Saat Penawaran
Jointing
Pastikan item sambungan, kebutuhan las, dan pengawasan field welding sudah masuk ke perhitungan metode kerja.
Logistik & Mobilisasi
Untuk diameter besar dan panjang panjang, biaya mobilisasi truk, trailer, crane, dan alat pancang sering menjadi komponen biaya terbesar.
Metode Pemancangan
Drop hammer, hydraulic hammer, atau jack-in harus dipilih berdasarkan data tanah, akses alat, kebisingan, dan daya dukung target.
Handling di Site
Semakin panjang segmen, semakin penting perhitungan lifting point, handling pile, dan ruang manuver alat saat unloading dan erection.
Spesifikasi Teknis Tiang Pancang Spun Pile
Tabel berikut menampilkan spesifikasi lengkap untuk PC Spun Pile (fc' = 52 MPa) dan PHC Spun Pile (fc' = 80 MPa), meliputi effective prestress, bending moment, allowable compression (PC-52 & PHC-80), decomp. tension, dan panjang standar.
| Size (mm) |
Tebal Dinding (mm) |
Luas Penampang (cm²) |
Berat Satuan (kg/m) |
Kelas | Data Prestress & Retak | Data Kelas & Breaking | Allowable Compression (kN) | Decomp. Tension (kN) |
Panjang (m) |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Eff. Prestress (MPa) |
Bending Moment (kN.m) |
Kelas | Bending Moment (kN.m) |
PC-52 | PHC-80 | ||||||||||
| Crack | Nominal | Crack | Break | (kN) | PC-52 | PHC-80 | |||||||||
| 300 | 60 | 452 | 113 | A1 | 4,89 | 24,5 | 36,9 | A2 | 24,5 | 36,8 | 717 | 1120 | 221 | 288 | 6–13 |
| A2 | 6,37 | 26,9 | 50,6 | A3 | 29,4 | 44,1 | 698 | 1100 | 221 | 288 | 6–13 | ||||
| A3 | 7,75 | 29,4 | 60,4 | B | 34,3 | 61,8 | 581 | 1070 | 410 | 288 | 6–15 | ||||
| B | 11,45 | 39,2 | 83,8 | C | 39,2 | 78,4 | 636 | 1040 | 518 | 288 | 6–15 | ||||
| 350 | 65 | 582 | 145 | A1 | 3,87 | 34,3 | 48,8 | A1 | 34,3 | 51,5 | 937 | 1410 | 240 | 294 | 6–13 |
| A2 | 5,08 | 39,2 | 62,2 | B | 41,2 | 61,8 | 884 | 1390 | 340 | 294 | 6–15 | ||||
| A3 | 6,62 | 44,1 | 73,8 | A2 | 43,1 | 88,3 | 867 | 1390 | 485 | 294 | 6–16 | ||||
| B | 8,34 | 58,8 | 121,7 | C | 58,8 | 117,8 | 820 | 1370 | 631 | 294 | 6–16 | ||||
| 400 | 75 | 766 | 191 | A1 | 3,92 | 44,1 | 73,8 | A1 | 41,2 | 61,8 | 1214 | 1910 | 369 | 502 | 6–13 |
| A2 | 4,82 | 54,0 | 89,4 | A2 | 53,9 | 80,9 | 1214 | 1910 | 480 | 502 | 6–13 | ||||
| A3 | 6,03 | 68,6 | 118,2 | B | 73,5 | 95,6 | 1128 | 1810 | 585 | 502 | 6–17 | ||||
| C | 10,96 | 88,3 | 183,8 | C | 88,3 | 176,5 | 1087 | 1770 | 839 | 502 | 6–17 | ||||
| 450 | 80 | 930 | 232 | A1 | 3,49 | 73,5 | 122,0 | A1 | 73,5 | 110,3 | 1494 | 2240 | 450 | 311 | 6–15 |
| A2 | 4,22 | 83,4 | 139,1 | A2 | 98,1 | 194,2 | 1405 | 2240 | 705 | 311 | 6–15 | ||||
| A3 | 7,58 | 98,1 | 186,3 | B | 107,9 | 146,1 | 1373 | 2240 | 826 | 311 | 6–15 | ||||
| B | 10,22 | 122,6 | 260,0 | C | 122,6 | 245,2 | 1316 | 2240 | 1043 | 311 | 6–18 | ||||
| 500 | 90 | 1.159 | 290 | A1 | 4,49 | 103,0 | 159,9 | A1 | 103,0 | 154,4 | 1848 | 2900 | 521 | 535 | 6–16 |
| A2 | 5,11 | 122,6 | 210,9 | A2 | 122,6 | 196,2 | 1794 | 2840 | 800 | 535 | 6–16 | ||||
| A3 | 7,33 | 137,3 | 205,9 | A3 | 137,3 | 205,8 | 1759 | 2770 | 850 | 535 | 6–16 | ||||
| B | 8,38 | 147,2 | 283,0 | B | 147,1 | 264,8 | 1726 | 2770 | 971 | 535 | 6–19 | ||||
| 600 | 100 | 1.571 | 393 | A1 | 4,63 | 176,4 | 251,4 | A1 | 176,4 | 250,1 | 2514 | 3940 | 649 | 672 | 6–17 |
| A2 | 5,30 | 196,0 | 279,0 | A2 | 196,0 | 279,4 | 2476 | 3810 | 1136 | 672 | 6–17 | ||||
| A3 | 7,23 | 215,8 | 409,7 | A3 | 215,7 | 323,6 | 2388 | 3810 | 1136 | 672 | 6–17 | ||||
| B | 10,89 | 166,4 | 353,5 | B | 244,1 | 441,3 | 2336 | 3810 | 1330 | 672 | 6–21 | ||||
| 800 | 120 | 2.564 | 641 | A1 | 4,64 | 392,4 | 594,7 | A1 | 392,4 | 588,4 | 4078 | 6410 | 1189 | 2184 | 6–20 |
| A2 | 6,19 | 451,0 | 745,2 | A2 | 451,0 | 676,6 | 3840 | 6320 | 1609 | 2184 | 6–20 | ||||
| A3 | 7,11 | 500,3 | 896,4 | A3 | 500,1 | 750,2 | 3809 | 6120 | 1964 | 2184 | 6–21 | ||||
| B | 8,52 | 539,6 | 1044,0 | B | 539,3 | 970,8 | 3809 | 6120 | 2330 | 2184 | 6–24 | ||||
| 1000 | 140 | 3.782 | 946 | A1 | 4,71 | 735,8 | 1123,0 | A1 | 735,8 | 1193,0 | 6009 | 9360 | 1907 | 2111 | 6–23 |
| A2 | 5,58 | 804,4 | 1316,0 | A2 | 804,1 | 1206,1 | 5921 | 9360 | 2580 | 2111 | 6–23 | ||||
| A3 | 8,20 | 912,3 | 1591,0 | A3 | 912,0 | 1386,7 | 5794 | 9050 | 3094 | 2111 | 6–24 | ||||
| B | 10,46 | 1177,0 | 2372,0 | C | 1176,7 | 2353,4 | 5422 | 8810 | 3956 | 2111 | 6–24 | ||||
| 1200 | 150 | 4.948 | 1.237 | A1 | 4,8 | 1176,0 | 1816,0 | A1 | 1176,0 | 1912,2 | 7675 | 12160 | 3046 | 3023 | 6–24 |
| A2 | 5,82 | 1274,8 | 2116,0 | A2 | 1274,8 | 2132,8 | 7538 | 11670 | 4686 | 3023 | 6–18 | ||||
| A3 | 7,14 | 1422,0 | 2640,0 | A3 | 1421,9 | 2132,8 | 7538 | 12010 | 3533 | 3023 | 6–18 | ||||
| B | 10,85 | 1962,0 | 3999,0 | A4 | 1961,2 | 3922,4 | 7041 | 11470 | 5369 | 3023 | 6–18 | ||||
Catatan: (1) Alternative Pile shoe tersedia: Mamira shoe (close end) atau cross fin shoe. (2) Perhitungan handling pile harus dilakukan saat panjang melebihi standar. (3) Kekuatan tekan beton dapat disesuaikan berdasarkan spesifikasi kebutuhan proyek.
Keunggulan Spun Pile PC / PHC
Beton Sangat Padat
Spinning process menghasilkan beton berpori rendah, lebih kedap air, dan lebih stabil terhadap lingkungan agresif.
Kapasitas Struktural Tinggi
Prestressing dan spiral reinforcement membuat spun pile unggul untuk beban aksial besar dan momen lentur saat driving.
Mutu Pabrik Konsisten
Kontrol kualitas pabrik lebih konsisten daripada cor di tempat untuk parameter kuat tekan, dimensi, dan straightness.
Pekerjaan Lapangan Lebih Cepat
Tiang dikirim dalam kondisi siap pasang sehingga progres lapangan dapat dipercepat dan jadwal proyek lebih mudah dikendalikan.
Diameter dan Kelas Lengkap
Tersedia dari Ø300 sampai Ø1200 dengan kelas A1, A2, A3, B, hingga C untuk berbagai tipe proyek.
Durabilitas Tinggi
Cocok untuk area tanah lunak, rawa, pantai, dan lingkungan dengan kelembaban tinggi yang menuntut umur pakai panjang.
Aplikasi Tiang Pancang Spun Pile
High-Rise Building
Gedung bertingkat tinggi, apartemen, hotel, rumah sakit, dan bangunan dengan beban aksial besar.
Jembatan dan Flyover
Abutment, pier, oprit jembatan, serta struktur transportasi yang membutuhkan pondasi dalam dan stabil.
Dermaga dan Waterfront
Pelabuhan, jetty, dolphin, retaining structure waterfront, dan fasilitas pesisir dengan paparan air asin.
Pabrik dan Gudang
Bangunan industri, gudang logistik, plant, silo, dan fasilitas produksi dengan kolom dan mesin berat.
Infrastruktur Linear
Jalan tol, rel, utilitas bawah tanah, drainase besar, dan struktur penunjang transportasi regional.
Tower dan Struktur Khusus
Tower transmisi, menara telekomunikasi, tangki, conveyor support, dan struktur dengan kombinasi beban tekan dan lateral.
Perbandingan Cepat: Spun Pile vs Bored Pile
Untuk membantu klien memilih sistem pondasi yang tepat, berikut gambaran praktis perbedaan umum antara spun pile precast dan bored pile cor di tempat.
| Fitur | Spun Pile (Pancang) | Bored Pile (Cor Lapangan) |
|---|---|---|
| Kontrol Mutu | Sangat ketat karena diproduksi di pabrik | Lebih variabel, tergantung tim dan kondisi lapangan |
| Kecepatan | Cepat pada tahap supply dan driving | Lebih lambat karena bor, cage, cor, dan waktu setting |
| Kondisi Tanah | Sangat baik untuk tanah lunak hingga menengah dan kedalaman besar | Sering dipilih untuk tanah keras, batu, atau area yang sulit dipancang |
| Kebisingan | Tinggi pada metode hammer, rendah pada jack-in | Relatif lebih rendah karena tanpa pukulan |
| Mobilitas | Perlu akses trailer, crane, dan alat pancang | Alat lebih ringkas, tetapi pekerjaan site lebih kompleks dan kotor |
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa beda PC dan PHC spun pile?
PC (prestressed concrete) dan PHC (prestressed high-strength concrete) membedakan mutu beton dan konfigurasi desain pabrik; pemilihan mengikuti beban struktur dan dokumen proyek. Panduan pemilihan lebih rinci ada di artikel PC vs PHC spun pile.
Berapa kisaran harga spun pile?
Harga loco pabrik umumnya Rp 255.000–850.000 per meter untuk diameter Ø300–Ø600 mm (lihat tabel harga loco pabrik). Ø800 mm ke atas via penawaran. Belum termasuk ongkir, PPN, dan jasa pancang.
Berapa biaya jasa pancang spun pile?
Jasa pemancangan dihitung terpisah dari harga material. Kisaran umum Rp 50.000–150.000 per meter terpasang, tergantung metode (HSPD, drop hammer, pre-drill) dan kondisi lapangan. Detail di bagian material + jasa pancang.
Apakah Mandiri Jaya Beton menyediakan jasa pancang spun pile?
Ya. Kami mengoordinasikan jasa pancang HSPD, drop hammer diesel, dan metode lain sesuai akses site dan kebutuhan getaran.
Apakah sambungan joint plate boleh diabaikan?
Tidak. Kualitas jointing menentukan transfer gaya antar segmen; inspeksi sambungan wajib dalam QA pemancangan.
Kapan spun pile lebih tepat daripada square pile?
Pada beban dan skala gedung/infrastruktur yang membutuhkan kapasitas tinggi dan diameter besar; square pile atau triangular lebih umum untuk bangunan ringan–menengah.
Diameter spun pile apa yang umum diproduksi?
Rentang umum Ø 300 mm hingga Ø 1200 mm dengan panjang modular per segmen. Pilihan diameter harus selaras laporan geoteknik dan gambar pondasi.
Penawaran dan Konsultasi
Untuk penawaran spun pile, sertakan diameter, kelas, panjang per titik, jumlah batang, data tanah ringkas, dan metode pancang yang direncanakan. Kirim dokumen teknis melalui halaman kontak resmi. Tim sales project akan menyesuaikan spesifikasi, jadwal produksi, dan skema pengiriman.
Butuh penawaran?
Hubungkan spesifikasi proyek anda dengan supply dan metode kerja yang paling realistis.
Kirim ringkasan kebutuhan (produk, luasan atau volume, lokasi, jadwal, dan kondisi site). Tim kami membantu memetakan material serta metode kerja yang relevan.
